Connect with us

News

Pesan FKUB Tarakan: Rumah Ibadah Jangan Jadi Sarana Kampanye Politik Praktis!

Published

on

TARAKAN, GENZPEDIA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan meminta kontestan Pilkada 2024 di Kalimantan Utara khususnya di Kota Tarakan tidak menggunakan tempat ibadah sebagai sarana kampanye politik praktis.

“di rumah ibadah kental dengan suasana yang ramai. Sehingga tak menutup kemungkinan bagi para calon untuk melakukan kampanye di tempat sakral tersebut,” kata Wakil ketua Islam FKUB Tarakan, Ust. H. Salapa Hepa di Tarakan, beberapa waktu lalu.

Salapa mengatakan, Nuansa Pilkada 2024 mendatang, akan sangat ramai dan kontestasi suhunya akan semakin tinggi. Tentunya bagi politisi, para calon, dan bisa jadi juga partai-partai yang sebetulnya memiliki salah satu tugas untuk mensosialisasikan antara lain tidak boleh mempergunakan tempat ibadah sebagai tempat kampanye.

“Rumah ibadah didirikan bukan untuk wadah berpolitik praktis, termasuk kampanye. Jika dilakukan, akan sepenuhnya mengganggu aktivitas beribadah. Saat ini pun ia melihat, kampanye dari masing-masing bakal calon sudah mulai dilakukan dengan kedok ziarah politik, doa politik dan selamatan politik,” ucapnya.

Sambungnya, Jadi ini acara-acara masyarakat yang dikemas dengan acara-acara keagamaan, tapi nuansa politik di dalamnya ada. Saya rasa masyarakat bisa menilai dengan melihat siapa dulu penyelenggaranya dan siap yang mendanainya.

Menurut salapa, kampanye di rumah ibadah, menjadi hal yang rawan. Terlebih jika dihubungkan dengan keyakinan kepercayaan masing-masing kandidat. Pihaknya pun membutuhkan kerjasama dengan unsur lainnya untuk mencegah adanya aktivitas politik dalam rumah ibadah.

“Sebagai tolak ukur bisa kita lihat pada Pemilu kemarin, dan jangan sampai hal-hal tersebut terulang kembali pada Pilkada mendatang,” ujarnya.

saat ini, kata dia, FKUB Tarakan rutin melakukan pemantauan sekaligus himbauan kepada seluruh umat beragama agar dapat mematuhi aturan dalam pesta demokrasi daerah November 2024 mendatang. Pihaknya juga rutin berkomunikasi dengan dewan pengurus masjid untuk dapat mencegah sedari awal.

“Sekali lagi ini hanya himbauan saja, toh nanti juga di lapangan, lembaga-lembaga pengawas saya harapkan lebih bisa berfungsi untuk melakukan pengawasan dan pencegahan,” ucap Salapa.

Pihaknya berharap agar Pilkada di Kaltara dapat berjalan baik seperti hakikat yang sesungguhnya. Dalam pesta demokrasi mendatang, FKUB berpesan agar di lakukan dengan bersuka ria dan gembira.

“Jangan sampai malah menimbulkan gesekan-gesekan yang mengarah kepada keributan, kebencian dan lain sebagainya,” ujarnya lagi.

Bagikan ini