Connect with us

News

Ketua Komisi II DPRD Cilegon Puji Warga Watu Lawang Atasi Krisis Air Bersih

Published

on

ketua-komisi-II-dprd-cilegon-puji-warga-watu-lawang-atasi-krisis-air-bersih
Ketua Komisi II DPRD Cilegon, Faturohmi | Sumber: https://www.beritakarya.id/

CILEGON, GENZPEDIA – Ketua Komisi II DPRD Cilegon, Faturohmi melakukan kunjungan ke daerah Watu Lawang, Kec. Gerem, Kec. Grogol, Kota Cilegon pada Sabtu (3/9) kemarin. Kunjungan Ketua Komisi II DPRD Cilegon didampingi sejumlah tokoh masyarakat Watu Lawang, meninjau secara langsung sumur yang dibangun masyarakat setempat secara swadaya.

Faturohmi memberikan pujian kepada masyarakat Watu Lawang karena sudah berinovasi untuk membangun sumur secara swadaya. Sumur tersebut diharapkan bisa mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat Watu Lawang.

“Selama ini, warga mendapatkan air bersih dari sumber-sumber air gunung. Kualitasnya jga kurang baik untuk dikonsumsi,” terang Faturohmi pada Minggu (4/9), dikutip dari lamar BantenNews.co.id.

Faturohmi juga mengatakan jika krisis air bersih kerap menjadi masalah di Watu Lawang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa membeli air ke bawah bukit.

Baca Juga: BIN Banten Targetkan 2000 Orang Tervaksinasi di Kota Tangerang

Adapun cara yang dilakukan oleh warga Watu Lawang untuk memperoleh air bersih adalah dengan melakukan pengeboran. Bentuk dari apresiasi pemerintah kepada upaya warga Watu Lawang, Ketua Komisi II DPRD Cilegon tersebut mengatakan bahwa pemerintah akan memberi bantuan berupa instalasi. Selain pemerintah, ada skema lain yang bisa dilakukan dengan melalui bantuan industri.

Jarak antar rumah pun menjadi pertimbangan untuk pendistribusian air bersih. Oleh karena itu, Faturohmi mengatakan setidaknya dibutuhkan tiga kolam untuk penampungan air.

“Jarak pemukiman warga ke sumber air sekitar 1 kilometer. Idealnya, ada 3 kolam penampung di sini. Didukung mesin pendorong di tiap kolam penampung,” kata Faturohmi.

Dilansir dari Antara, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta menginstruksikan Dinas PUTR Kota Cilegon untuk segera mengatasi permasalahan krisis air di Watu Lawang. Krisis air bersih tersebut membuat warga Watu Lawang berjalan sepanjang 1 sampai 1,5 km untuk mendapatkan air bersih. Satu jerigen air dihargai Rp 1000. Namun, ada juga yang menyewa jasa ojek dengan membawa dua jerigen sekaligus yang dihargai Rp 14000.

Bagikan ini
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *